Senin, 04 Januari 2010

Web 2.0 Pengaruhnya Bagi Kehidupan

Balikpapan, (APTEL) – Internet masa kini ( Web 2.0) adalah wahana untuk membawa kontribusi – kontribusi kecil jutaan orang di dunia melalui internet dan membuatnya menjadi berguna bagi pengembangan peradaban manusia. Hal itu dikatakan Mohammad Adriyanto Pengamat TI Balikpapan, pada Sosialisasi Open Source bagi kaum perempuan di Hotel Grand Tiga Mustika, Balikpapan, Sabtu (1/12)

“Ini adalah suatu revolusi, saat ini tidak ada bedanya kita tinggal di New York, Tokyo, atau Loa Bakung. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk bisa berbuat hal-hal kelas dunia. Tahun 2006 adalah Tahun dimulainnya revolusi kultur dunia baru, dunia kolaborasi online. Kita mau ikut? Atau kita mau santai dan tertinggal. Web 2.0 mampu membawa masyarakat Kaltim untuk “go Global” dan mendapat banyak keuntungan (finansial, sosial, kultural, edukasional, dan lainnya)”katanya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa Majalah Time yang bergengsi pun menganugerahkan penghargaan Manusia Paling Berpengaruh kepada “ANDA: KITA SEMUA” . Hal ini bisa terwujud karena adanya teknologi internet yang semakin maju dan semakin mudah dipakai oleh siapa saja. Adriyanto juga menyinggung masalah generasi Friendster dampak positif dan negatifnya bagi generasi muda Indonesia. Generasi Friendster memungkinkan ber SMS kapan dan dimana saja termasuk didalam kelas, mendengat musik MP3 player atau ponsel musik kapan dan dimana saja, Generasi ini juga sangat ahli dalam pertukaran materi digital antar gadget, serta lebih senang memakai IM dan MiRC dibanding e-mail.

“Dengan Fiendster dapat berbagi cerita,foto, link dengan orang lain di dalam jaringan pertemanan menggunakan jalur komunikasi beragam (Chat, sharing, blogging, discussion group). Penyebaran informasi ke kalangan luas secara cepat dan mudah dapat dilakukan, pengelompokan penguna bisa dilakukan berdasarkan minat, lokasi geografis dan lainnya sesuai kebutuhan, serta adanya keterikatan dalam setiap kelompok”jelasnya.

Sedangkan sisi negatifnya bersifat “addictive” (mudah kecanduan), kemudahan berkomunikasi dipakai untuk hal-hal yang tidak produktif bahkan kriminal, tidak ada batas penyebaran informasi, baik jenis, waktu dan tatanannya, potensi mendobrak privacy orang serta banyak celah yang dapat dipakai untuk kejahatan atau tindakan merusak.

Sememtara itu Alfan Malik praktisi IT Balikpapan dalam kesempatan yang sama mengungkapkan berbagai keuntungan menggunakan Linux antara lain bisa membaca petunjuk, bisa menentukan pilihan, mandiri dan sukses.

“Orang hidup perlu petunjuk, mengunakan komputer juga perlu petunjuk. Sebelum mengenal Linux, tidak bisa membaca sehingga tidak paham benar, atau asal tahu saja. Bisa menentukan pilihan tidak asal mengikuti orang lain dan tidak mudah dipermainkan orang serta sukses dalam belajar, bekerja dan berwirausaha”jelasnya.

Menurut Alfan keuntungan Linux bagi Lembaga Pendidikan akan mendapatkan siswa yang lebih banyak, pelajarannya bermanfaat dan lulusannya mudah bekerja/wirausaha. Bagi siswa ilmunya akan semakin luas dan mandiri. Sedangkan bagi perusahaan akan menekan biaya pembelian software. Bagi Negara dan umat, kemajuan ilmu lebih cepat merata sehingga mempercepat masyarakat adil dan sejahtera.

***

Sementara Pembicara dari Jakarta, Zulfikar M. Rahman atau yang lebih akrap disapa dengan Kang Azul mengetengahkan permasalahan yang berbeda, yakni lebih kepada pengenalan, pemanfaatan dan pemberdayaan ICT secara langsung di tingkat masyarakat bawah. Pendirian telecenter di daerah pedesaan merupakan program pengembangan komunitas lokal dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Membangun Telecenter dimaksudkan untuk, memberdayakan masyarakat dengan kemudahan akses terhadap informasi dasar seperti informasi pasar, pertanian, perdagangan, pendidikan, kesehatan dan lainnya. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam hal mengakses informasi penggunaan komputer, manajemen telecenter dan lain-lain melalui pelatihan-pelatihan. Mendorong masyarakat untuk meningkatkan perekonomian setempat dengan kegiatan pembangunan komunitas melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta mengembangkan kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk membangun komunitas lokal.

Dalam kesempatan tersebut sambutan Direktur Pemberdayaan Telematika Bapak Bambang Soeprijanto dibacakan oleh Kasi Program Pemberdayaan Telematika Perkotaan Bambang Tri Santoso, menegaskan pentingnya peran pemerintah, swasta dan perguruan tinggi dalam membimbing masyarakat untuk mengenal dan menggunakan teknologi informasi menuju masyarakat informasi Indonesia Tahun 2015.

Sosialisasi diikuti oleh berbagai organisasi wanita antara lain dari kalangan pemerintah, PKK, Muslimah, MGMP TIK Balikpapan, Angkasapura, Pertamina, ASMI, SMK TI, Majlis Taklim, Mahasiswa seta Ibu rumahtangga. (b03)


sumber:http://aptel.depkominfo.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=62&Itemid=27

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar